Pria Di Banten Terjerat Ancaman 7 Tahun Penjara Karena Telah Siram Istri Dengan Soda Api

Pria Di Banten Terjerat Ancaman 7 Tahun Penjara Karena Telah Siram Istri Dengan Soda Api – Seseorang pria di Tangerang, Banten, menyiramkan soda barah yg mendidih ke muka sang istri, Dewi Purwanti. Disangka, pria itu tdk terima digugat cerai.

Kapolsek Benda Kompol M Amar mengemukakan, peristiwa itu bermula dari pemeran bernama Ade Noviaryanto mendatangi kontrakan korban di Jalan Rawa Kompeni RT 003 RW 008 Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten.

” Pada lepas 14 Januari 2018, pemeran datang menjumpai korban di kontrakannya dikarenakan tdk terima digugat cerai selagi ditinggal pemeran jadi TKI, ” papar Amar, Sabtu (27/1/2018) .

Didalam kontrakan itu, pemeran mengakui tdk terima istrinya menuntut cerai. Selagi adu mulut, pemeran selanjutnya merebus soda barah sampai mendidih.

” Selagi udah mendidih, pemeran menyiramkan air bercampur soda barah ke muka istrinya, selanjutnya melarikan diri, ” papar Amar.

Korban lantas memohon tolong terhadap tetangga. Dia segera dilarikan ke Tempat tinggal Sakit Partner Husada, Kalideres. Korban alami luka melepuh di sisi muka kiri, tangan kiri, serta paha kiri.

Amar mengemukakan, pemeran mengakui kecewa dikarenakan digugat cerai oleh sang istri. Meski sebenarnya, dia sejauh ini bekerja di luar negeri buat mencari nafkah.

” Oleh karena itu selagi dapat menjumpai korban, pemeran udah membawa soda barah dari Kebumen, Jawa Tengah serta memiliki rencana melaksanakan itu, ” papar dia.

Dia mengemukakan, pemeran punya niat menganiaya korban dengan soda barah dikarenakan sempat rasakan dampak dari terserang soda barah. Pemeran mengakui emosi sampai memiliki rencana kejahatan itu.

” Benar-benar diakuinya sempat terserang larutan soda barah serta jadi melepuh serta gatal-gatal, oleh karena itu dia pingin memakai itu buat bikin muka istrinya rusak serta gatal-gatal, ” papar Amar.

Sesudah genap 10 hari melarikan diri, Ade di tangkap di Desa Wagir Pandan RT 03 RW 02 Kecamatan Rawokele, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

” Pemeran kita jerat dengan Pasal 355 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 12 th. penjara, ” kata Kapolsek.