KPK Harus Beretikhat Baik

KPK Harus Beretikhat Baik – Paka hukum pidana dari Kampus Islam Indonesia, Mudzakir, berasumsi bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi selayaknya tak terburu-buru melimpahkan berkas perkara Setya Novanto ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Mudzakir menilainya, perbuatan KPK itu udah merampas hak Setya Novanto utk menguji penetapan tersangka dalam persoalan korupsi project e-KTP lewat praperadilan.

Hal semacam itu di katakan Mudzakir kala didatangkan menjadi paka oleh pengacara Novanto dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (11/12/2017) .

” Seharusya termohon (KPK) punyai iktikad baik dengan tak ajukan berkas perkara lantaran dia (KPK) tak datang dalam sidang praperadilan. Mesti tahu diri, mengganggu hak orang-orang, ” kata Mudzakir.

Lebih-lebih, menurut Mudzakir, KPK tak datang kala sidang pertama praperadilan. Bahkan juga, KPK memohon penundaan sidang praperadilan sampai tiga minggu lantas.

Mudzakir menyampaikan, KPK selayaknya menghormati hak Novanto beroleh keadilan, termasuk juga lewat praperadilan. Selayaknya, menurut Mudzakir, KPK tunggu sampai hakim tunggal praperadilan memutus apakah penetapan tersangka sah atau tak.

” Praperadilan merupakan hak tersangka yg butuh dihormati. Selayaknya penyerahan berkas tak ditengah jalan kala praperadilan, ” kata Mudzakir.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang terlebih dahulu menyampaikan, KPK sangatlah waspada dalam pelimpahan berkas perkara Novanto. Hal tersebut dilaksanakan KPK lantaran mendalami dinamika kasusnya yg tinggi.

” Lantaran perubahannya sangat kencang, tak dapat menyampaikan A, B, C, D. Jadi, kami hati-hati saja lantaran dinamikanya tinggi, ” kata Saut.