Anggota Kopassus Gadungan Untuk Menipu Beberapa Korban Ketahuan Di Tangkap Polisi

Anggota Kopassus Gadungan Untuk Menipu Beberapa Korban Ketahuan Di Tangkap Polisi – Nasib sial dihadapi ASM (47) , warga Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Aksinya jadi anggota Kopassus gadungan untuk menipu beberapa korban ketahuan. Saat ini ia mesti punyai urusan dengan pihak kepolisian.

ASM di tangkap oleh Deretan Satreskrim Polresta Solo pada 23 April 2018 lantas sesudah menipu rekanan bisnisnya menjangkau beberapa puluh juta Rupiah. Korban adalah seseorang PNS (pegawai negeri sipil) di lingkungan Pemerintah Kota Solo.

Panit Resmob Polresta Surakarta, Ipda Stevano Leonard Johannes STK menyebutkan, pihaknya sekarang ini meningkatkan masalah penipuan serta penggelapan yang dikerjakan oleh ASM.

” ASM kami tangkap karna mengakui jadi anggota Kopassus (Komando Pasukan Spesial) untuk mengelabuhi korbannya, ” tuturnya pada wartawan, Rabu (9/5) .

Stevano mengemukakan, berdasar pada hasil kontrol serta pengembangan masalah, tersangka tidak cuma menipu seseorang PNS, tapi juga seseorang pedagang telefon genggam di Singosaren. Modus yang dipakai tersangka, lanjut dia, lewat cara tawarkan lelang sepeda motor. Lelang itu dikerjakan dengan harga terjangkau.

Tergiur dengan tawaran itu, korban lalu pesan beberapa sepeda motor dengan keseluruhan transaksi sekitaran Rp 30 juta. Tetapi sesudah dinanti lama, sepeda motor yang dipesan tidak kunjung datang. Korban lalu memberikan laporan perbuatan tersangka ke polisi.

” Korban ditawari harga lelang murah serta segera pesan sepeda motor Yamaha N-Max dengan harga Rp 13 juta, lalu Honda Beat Rp 4 juta, ” tuturnya.

Selanjutnya, Stevano menerangkan, tampilan ASM yang tegap seperti anggota TNI, buat korban gampang yakin. Terlebih waktu berjumpa dengan korban, tersangka kenakan tas ransel doreng supaya makin diakui jadi anggota tentara. Di tas ransel, juga diperlengkapi satu pistol mainan dari korek barah.

” Penampilannya yang sesuai sama itu buat korban yakin, karna berbadan tinggi tegap. Pada korban beda aktor juga mengakui jadi pensiunan anggota Linud, ” tuturnya.

Terkecuali tersangka, polisi juga mengambil alih beberapa tanda bukti. Salah satunya 4 lembar bukti transfer, satu buku tabungan, satu telepon genggam lipat, tas ransel doreng, pistol korek barah tersebut tas sabuk.

” Tersangka kita jerat dengan Pasal 378 serta 372 KUHP mengenai Penipuan serta Penggelapan. Ancaman hukumannya penjara sepanjang 4 th., ” tandasnya.

Sesaat pada wartawan, ASM mengakui sangat terpaksa lakukan hal semacam ini, karna memerlukan uang untuk cost operasi istrinya yang melahirkan anak kelimanya. Tersangka yang kesehariannya bekerja jadi sopir itu mengakui begitu menyesali tindakannya.