Aditya Bagus Arfan Pecatur Cilik Andalan Indonesia

Aditya Bagus Arfan Pecatur Cilik Andalan Indonesia – Tiga pecatur amatir duduk berdampingan. Mereka hadapi satu anak berumur 11 th.. Tetapi, yg mereka hadapi bukanlah bocah asal-asalan, tapi pecatur dengan titel candidate master.

Dia yaitu Aditya Bagus Arfan. Adit, panggilan karibnya, menantang dua pria dewasa dari perusahaan United Tractors serta satu wartawan buat uji kebolehan catur di area SCBD, Jakarta, Selaa (27/2/2018) . Tidak hingga 15 menit, Adit sukses menundukkan ketiganya.

Kemenangan itu sekedar sebagian kecil dari pertunjukan bakat besar Adit. Dia diawalnya sudah mendapatkan prestasi di panggung yg semakin besar.

Aditya jadi runner-up di Kejuaraan Asian School U-13 di China, th. saat lalu. Dia sempat pula jadi juara Penang International Challenger U-10 serta Kejuaraan ASEAN U-10 di Malaysia, pada 2016.

Tapi, Aditya menggapai prestasi itu lewat suatu sistem yg tdk singkat. Anak pertama dari dua bersaudara itu mulai kariernya mulai sejak umur 4, 5 th..

Kecintaannya pada olah-raga catur tampil selagi memandang warga yg bermain catur di pos ronda. Kakeknya yg sedikit mempunyai kebolehan bermain catur pada akhirnya disuruh buat mengajarinya serta dia lantas segera ketagihan.

” Saat pertama kalinya memandang catur berasa seperti segera klik. Soalnya serang menyerang saat, strateginya ada juga. Meskipun awal-awal sukar sekali buat mempelajarinya, ” narasi Aditya.

Seiring waktu, Aditya banyak belajar dari beraneka sumber. Bukan cuma dari buku, dia juga acapkali otak-atik permainan catur di pc serta lihat turnamen catur di YouTube.

Ayahnya, Eka Prasaja, yg memandang keseriusan anaknya, membawa sang putra ke sekolah catur Utut Adianto di Bekasi. Disana Adit selanjutnya berlatih sampai umur 10 th.. Dia juga ikuti beberapa turnamen catur dari level bawah hingga tingkat nasional.

” Awal-awal saya kalahan selalu. Tetapi selanjutnya saya belajar selalu hingga pada akhirnya dapat mememangi lebih dari satu turnamen, ” tukasnya.

Aditya mengemukakan, turnamen yg paling terkesan baginya yaitu selagi terlihat di Olimpiade Children of Asia golongan umur 16 th. 2016. Waktu itu, dia jadi atlet termuda di umur 9 th..

” Disana saya kalah selalu namun saya puas dikarenakan sanggup pengetahuan serta pengalaman. Tidak cuman itu, papa juga mengatakan apabila saya mesti selalu semangat meskipun kalah, ” ungkap dia.

Bersamaan kemampuannya bermain catur, Aditya pada akhirnya sukses mendapatkan keberhasilan. Dia jadi juara Kejuaraan Nasional U-9 pada 2013, selanjutnya dua th. selanjutnya jadi juara Kejurnas U-11. Saat pada 2016, dia jadi juara festival catur pelajar U-11.

Tidak cuman level nasional, pada arena Penang International Challenger U-10 2016 di Malaysia, pria kelahiran Bekasi, 31 Oktober 2006, juga sukses jadi juara pertama. Serta terdapat banyak sederet prestasi yang lain yg Aditya tulis.

Tapi sederet prestasi itu tdk buat Aditya segera bahagia. Dia berambisi buat mendapatkan titel grand master pada 2025.

Th. ini saja dia menginginkan dapat jadi juara World School Chess Championship di Durres, Albania, pada 20-29 April 2018.

” Targetnya pingin juara di April kelak, tidak cuman itu pingin jadi grand master. Waktu ini persiapannya belajar serta memandang video permainan pecatur dunia, ” dia mengutarakan.

Mimpi Aditya jadi tambah terbuka buat jadi grand master sehabis mendapatkan sponsor dari perusahaan alat berat Indonesia, PT United Tractors Tbk.

Bersama-sama pecatur muda yang lain, Novendra Priasmono (18 th.) , Aditya di dukung lewat program Inspiring Youth. Support UT berwujud ongkos buat ikuti turnamen-turnamen catur. Bukan cuma ongkos transportasi, dia juga mendapatkan ongkos training serta pendidikan.

Apa yg ditdapat Aditya ini memanglah tdk terlepas dari support keluarganya, lebih-lebih ayahnya. Sejauh ini ayahnya-lah yg acapkali temani dia sepanjang turnamen serta menyemangati Aditya saat alami kekalahan.

” Saya dengan cara pribadi dikarenakan memandang ada passion dari anaknya jadi orang-tua cuma beri dukungan saja. Ya mudah-mudahan ini jalannya dia serta kami beri dukungan, ” kata Eka, papa Adit.